3 August 2014

Pengakuan mengejutkan dari para sopir truk. Bikers, Waspadalah !

Saya merinding waktu membaca dan mendengar sumber ini pertama kali. Ada kengerian karena seringnya menyaksikan kejadian korban tergilas truk. Setiap kejadian kecelakaan yang melibatkan truk atau bus besar dengan sepeda motor, hampir bisa dipastikan ada korban tewas yang tergilas truk. Rasanya sayang artikel penting ini bila tidak dibagikan kepada pembaca yang lain.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Sejujurnya kita patut berterima kasih kepada para sopir truk. Berkat cucuran keringat Abang Abang, mas-mas, dan bapak-bapak sopir ini, terutama kita yang tinggal di kota besar, akhirnya bisa menikmati aneka hasil bumi seperti buah, sayur dan palawija. Berkat injakan pedal gas dan tarikan tuas persneling truk beliau-beliau inilah kita bisa menikmati sensasi berkendara lewat motor ataupun mobil yang mereka antarkan. Tetapi, sebuah fakta dan pengakuan mengejutkan dari sopir truk ini sempat membuat saya syok dan mendadak gemetaran karena mengingat seringnya saya berkendara keluar kota khususnya jalan lintas sumatera yang berbarengan dengan truk-truk besar.

Simak beberapa pengakuan alias untold story dari para sopir truk berikut :
Seorang sopir trailer pernah berkata pada narasumber,Daripada menyebabkan kecelakaan yang bisa timbul banyak korban, lebih baik satu nyawa melayang”. lho kok bisa.?
Jadi begini, sopir trailer bisa saja mengerem mendadak apabila ada bikers atau pemotor yang jatuh di depannya.Tapi apabila dia melakukan itu, maka yang akan terjadi adalah, bagian belakang atau muatannya akan kehilangan keseimbangan dan limbung ke kanan atau ke kiri.
Bisa dibayangkan, apabila di sisi kanan atau kirinya banyak bikers atau pemotor, bisa dipastikan akan terserempet atau ikut tergilas. Itu sebabnya sopir lebih memilih melindas bikers atau pemotor yang jatuh didepan atau disampingnya.


Haaaa, seremmm. Dua pilihan yang sulit memang...!

Ternyata, hal mengejutkan yang memang sudah menjadi rahasia umum dan "kesepakatan" para sopir truk adalah seandainya tanpa sengaja tabrakan “diusahakan” korbannya meninggal agar biaya ganti rugi yang dikeluarkan tidak sebanyak ganti rugi bila korban menjadi cacat yang bisa mencapai ratusan juta.
Sementara kalau sopir bus besar beralasan, “..daripada mengorbankan nyawa seluruh penumpang bus, lebih baik nyawa 1 atau 2 pengendara motor yang ditabrak yang hilang…”

Wow..???? Speachless....

Tambahan info underground juga dari teman yang pernah ngobrol dengan beberapa sopir truk atau bus. Saat menyikapi kecelakaan yang seperti itu dan harus berurusan dengan polisi. Karena ukuran truk dan bus  memang besar, alibi yang paling mudah mereka gunakan adalah, “tidak kelihatan..!!”.



Alasan ini bisa diterima mengingat ukuran truk memang besar dan sulit mengawasi tiap sudut truk setiap saat. Jadi kalau ada yang (terpaksa) terlindas, tinggal gunakan alasan itu sebagai alibi. Menurut mereka, paling banter perusahaan pemilik truk memberi uang damai ala kadarnya kepada keluarga korban, uang kerohiman namanya. Dan misal keluarga korban ngotot memperkarakan ke pengadilan juga kemungkinan besar nggak bakalan menang, karena alasan “tidak kelihatan” bisa diterima oleh akal sehat hakim, pengacara, penuntut umum, panitera, dan semuanya. Ujung-ujungnya diselesaikan di luar pengadilan juga.

Menurut informasi yang dituturkan narasumber yang merupakan sopir ekspedisi. Para sopir yang bekerja untuk perusahaan yang masih belum besar biasanya besaran upah yang diterima hanya bergantung dari uang jalan saat melakukan ekpedisi. Bila terjadi musibah di jalan, sopir itu sendiri yang harus menanggung biaya ganti rugi bukan ditanggung oleh pihak perusahaan. Beban yang dipikul sang sopir pun menjadi berlipat, selain muatan yang menjadi tanggung jawab mereka juga beban kehidupan sopir tersebut dan keluarganya.

Jadi saat terjadi kecelakaan, menurut sopir itu lebih baik korban meninggal sekalian daripada cacat seumur hidup kemudian urusan menjadi panjang karena keluarga menuntut ganti rugi untuk perawatan dan pengobatan berkepanjangan yang tidak bisa dipastikan jumlahnya.

Hmm, lagi-lagi speachless..

Makanya, kita sebagai pengendara mobil kecil atapun sepeda motor yang harus tahu diri sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Tetap WASPADA dan SAFETY DRIVING/RIDING. Jangan asal salip kalau tak ingin tinggal nama. Ingat keluarga di rumah yang menanti kita. Jangan sampai demi mengejar waktu beberapa menit untuk tiba di tujuan, mengorbankan nyawa. Lebih baik mengalah saat bertemu sopir bus atau truk yang ugal-ugalan. Secara, di dalam bus juga ada banyak orang.

Mobil truk memang tidak ada yang dilengkapi sensor parking apalagi kamera parkir, paling banter mengandalkan spion kanan kiri, dan... feeling sang sopir. Jadi kita juga harus memahami keadaan ini alias "tau diri". Jangan terlalu mepet bila berada di belakang truk, jaga jarak aman ±50-100M.

Cobalah juga memposisikan diri bila kita sebagai sopir truk, bukan hal yang mudah mengendalikan 'monster' sebesar itu di jalanan. Apalagi bikers kita terkenal suka asal belok tanpa memberi tanda lampu sein terlebih dulu.
 
Truk yang segedhe gaban itu, ternyata juga bisa jadi sahabat di jalanan kalau kita tahu aturan. Hal ini berdasarkan pengalaman saya membawa mobil kecil Jakarta- Lampung melalui jalan Lintas Sumatera. Bila ingin mendahului dan kita sudah memberi kode sein kanan tapi  truk di depan kita malah memberi tanda sein kanan juga, jangan coba-coba mendahului, artinya sang sopir truk sedang memberi tanda bahwa ada kendaraan lain dari arah berlawanan.


Kalau nekat ingin mendahului truk, pastikan perhitungan kita matang. Misal panjang truck 12 meter, sementara panjang mobil kita 4 meter, itu artinya kita harus punya space untuk mendahului truk sekitar 4-5 kali panjang mobil kita. Kalau truk sudah memberi lampu sein kiri dan lampu remnya menyala, segera nyalakan lampu sein kanan dan silahkan mendahulu. For note, sopir truk paham kode klakson 2x waktu mendahului sebagai tanda terimakasih or say thanks to truck driver yang sudah memberi kita jalan untuk mendahului.

Penting juga untuk memahami juga feeling terhadap blind spot alias titik yang tidak dapat dilihat atau dipantau melalui kaca spion di kanan dan kiri kendaraan bermotor. Ini yang kerap memicu terjadinya kecelakaan dari semua kendaraan bermotor. Coba perhatikan gambar berikut ini.
Ilustrasi posisi Blind Spot di kendaraan
Apalagi truk trailer yang panjang nya sampai 12 meter. Jangkauan mata ke depan juga minim, jadi benar-benar harus kuat dan tetap safety riding ya bikers.

Tips dari saya buat pengendara kendaraan,  khususnya motor.

  1. Jangan pernah berhenti mendadak di depan truk bermuatan berat di bawah 12 meter, sesungguhnya anda telah mati jika melakukaan itu, bila anda tidak mati maka sekitar anda yang mungkin menjadi korban.
  2. Menurut pengakuan para sopir truk, mengendarai truk berat berbeda dengan bus malam. Kecepatan yang terbatas bahkan  masih kalah cepat dengan kecepatan naik skuter. Eh ?
  3. Jika dalam keadaan macet, please perhatikan para pengendara truk di sekitar kita. Jangan memaki bila ada truk yang berjalan lebih pelan. Coba perhatikan mata para pengendara truk-truk di sekitar kita, seringkali mata mereka merah karena harus selalu siaga dan selalu harus siap mengantisipasi bila ada motor atau mobil nyelonong di depan mereka tanpa terlena untuk terus memperhatikan kendaraan di sekitarnya dan aspal di sepanjang jalan.
  4. Jika ada truk atau bus yang sering membunyikan klakson, jangan dianggap persoalan personal, tapi itu justru mengingatkan kita betapa rapuhnya posisi kita di jalanan saat berhadapan dengan truk. Mengalah adalah solusi yang terbaik.
  5. Baca selalu arah lampu sein bila ada truk atau kendaraan besar di sekitar kita.
  6. Selalu hidupkan lampu belakang motor anda.
  7. Jangan menggunakan lampu kendaraan berwarna putih yang menyilaukan pengguna jalan di sekitar anda.

6 comments:

  1. Postingan penting nih Mak...terimakasih dan izin share di FB yaa..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mak Mutia...Monggo di share ;)

      Delete
  2. Hmmm.. memang pilihan yang sulit dan kejam. Tapi saya sebagai pengendara motor akan selalu ingat ini, agar lebih berhati-hati.. Terimakasih sharingnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mak...Semoga kita jadi makin berhati2 :)

      Delete
  3. baru kemarin saya dengar ini dari suami, speechless memang, makanya kalau di tol ada jalur khusus bus atau truck, salah satunya karena, truck tidak bisa ngerem mendadak.. nahh, buat kita, udah aja mending ngalah deh,, taruhanya ga main2 soalnya, nyawa.. huks huks.. tfs

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mending ngalah deh kalo ketemu "monster" jalan raya ituh Mak...syeremmm..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...