22 September 2014

Hotel di sekitar Puncak, Bogor

Bagi warga ibukota yang bosan dengan suasana bising dan hiruk pikuk ibu kota, berlibur ke puncak Bogor bisa menjadi solusi melepas kepenatan. Puncak Bogor juga merupakan destinasi wisata favorit keluarga kami di akhir pekan. Menghirup udara pegunungan yang segar dan adem, hamparan hijau yang memanjakan mata, juga wisata kuliner yang rasanya sayang untuk dilewatkan ketika akhir pekan tiba. Hmm, mungkin bagi mereka yang biasa bolak-balik liburan ke Puncak Bogor, mencari hotel sebagai tempat menginap bukan hal yang berarti. Tapi mungkin postingan ini bisa membantu mereka yang sedang kebingungan mencari referensi hotel tempat menginap ketika berlibur ke Puncak, Bogor. Berikut ini hotel-hotel ini yang pernah kami kunjungi ketika berlibur ke Puncak.


1. Hotel Grand Ussu

Hotel yang satu ini letaknya di sebelah kanan jalan dari arah Jakarta-Puncak, lebih ke bawah dan lebih dekat dengan pintu tol. Hotelnya luas banget dan lebih mirip perumahan alias cluster, kolam renang yang luas dengan "ember tumpah" dan perosotan, makanan yang disajikan pun oke punya dan lengkap. Cocok untuk wisata keluarga. Kami sekeluarga biasanya memilih hotel ini kalau berencana mengunjungi Taman Safari.



Menurut kami hotel ini oke banget untuk tempat istirahat bagi yang merencanakan mengunjungi Taman Safari Indonesia. Booking hotel di hari sebelumnya, dari Jakarta langsung menuju Taman Safari Indonesia pagi-pagi sekali. Setelah puas seharian bereksplorasi di TSI, baru deh capcuss ke hotel untuk istirahat dan leyeh-leyeh meluruskan otot dan kaki setelah keliling seharian di Taman Safari. Menuju hotel ketika pintu tol arah Jakarta dibuka jadi jalan menuju hotel relatif lancar. 

Cluster Krisan
  
Kolam renang
Breakfast Time
Ketika pulang, menuju Jakarta pagi-pagi sebelum pintu tol ke arah Jakarta ditutup, biasanya Karena lokasi hotelnya lebih ke bawah dan lebih dekat dengan pintu tol ke Jakarta jadi lebih mudah menjangkau pintu tol tanpa harus berlama-lama bermacet ria.


Saran kami, ketika memilih menginap di hotel ini jangan memilih lokasi cluster yang terlalu dekat dengan jalan raya, karena bising kendaraan yang lalu lalang di tengah malam lumayan mengganggu ketika kita beristirahat. Pilih cluster yang agak masuk ke dalam atau bisa tanyakan dengan resepsionis tentang letak clusternya. Kalau kami sekeluarga biasanya memilih cluster bougenville karena letaknya yang berada jauh dari jalan raya membuat suasana hening dan nyaman, pemandangan sekitar yang sejuk juga ruangannya lebih luas dengan twin bed ukuran 120.
Atau cluster krisan sebagai alernatif, dengan catatan minta pada resepsionis untuk cluster yang lokasinya paling ujung, selain lebih jauh dari jalan raya, cluster krisan yang paling ujung ukurannya lebih besar daripada cluster krisan lainnya, jadi kami tinggal pesan extra bed karena pasukan kami yang berlima, hehe...

Asiknya lagi, saking seringnya ngadem di Grand Ussu kami mendapat potongan 15% dari rate yang berlaku, Alhamdulillah...

Alamat Hotel Grand Ussu, Cisarua :
Jalan Raya Puncak KM. 79 No. 62, Cisarua, Jawa Barat
(0251) 8256808


2. Hotel Puncak Pass Resort.

Hotel yang satu ini bisa dibilang hotel yang paling TeOPeBeGeTe alias top markotop, bahkan Presiden SBY dan keluarganya pernah menginap di hotel ini.  Lokasinya ada di Jl.Raya Puncak  ( dari arah Jakarta posisinya di sebelah kiri jalan). Naik ke atas setelah melewati Masjid At-ta'awun. Di sini tak hanya  menyediakan room hotel lho,  ada cotage/villa ukuran mini yang pas banget untuk gathering keluarga. 

Room-ratenya mulai  dari 900riban untuk room superior, atau cotage sekitar diatas 1jutaan. Jangan tanya fasilitas yang ditawarkan, hmm.. karena memang lokasi hotel ini benar-benar berada pas/tepat di puncak gunung pangrango, otomatis view yang ditawarkan pun memuaskan. Kita bisa jogging atau lari pagi di sekitaran hotel yang lahannya luas dan berundak-undak. Berenang di kolam renang yang airnya yang brrr... dingiiinnnn... serasa berendam di air kulkas hehe. Tapi anehnya, anak-anak betah dan senang-senang saja berenang di sana.  Playgroundnya juga lumayan luas dengan view yang indah banget. Berjalan sore di atas rumput berembun sambil memberi makan rusa benar-benar menjadi surga bagi anak-anak ketika mengunjungi hotel yang satu ini. Tak lupa free breakfast dan makan siang. 

Biasanya, kalau kami berlibur hanya berlima tanpa keluarga "besar", cukup memilih superior room. Ruangannya luas, interior dan penataannya yang cantik dengan ornamen dominan kayu membuat kita nyaman dan betah meringkuk berlama-lama di kamar. Fasilitas di dalam kamar ada 2 buah kasur ukuran single yang bisa disatukan, TV layar datar, Sofa bed yang bisa dijadikan alternatif tambahan bed hehe (maklum jumlah pasukan kami banyak ), kulkas mini yang biasanya jarang digunakan karena  di cuaca sedingin itu lebih enak minum atau makan yang hangat-hangat. Teh manis dan kopi panas juga jadi minuman istimewa ketika di Puncak, padahal biasa saja bila diminum di rumah.



Interior Superior Room
Untuk family gathering, ada juga kamar berbentuk cottage, fasilitas di dalamnya hampir sama dengan superior room tapi dengan tambahan teras, ruang tamu mini, meja makan, dapur mini dan perapian ala Eropa. Kita bisa menghangatkan diri dengan perapian yang sudah disiapkan ketika udara dingin pegunungan mulai menusuk tulang di malam hari.

Menu breakfast dan makan siangnya oke punya, gak asalan. Menu breakfast Ada bubur ayam, salad, nasi goreng, waffle, roti tawar dengan toppingnya, jus buah, omelet dll. Untuk Makan siang juga gak kalah cihuy, ada tambahan sate maranggi, snack yang macem2 juga minuman yang bebas bisa diambil, pokoknya puas deh. Sebanding antara harga dan fasilitasnya ;). Tapi menurut penilaian saya yang subyektif, makanan di Hotel Grand Ussu lebih cocok di lidah kami.

Free coffee and tea

Pemandangan sekitar hotel


Zahwa asik baca majalah


Pemandangan sekitar hotel

Restoran
Kalau ngiler dan ingin mencoba menginap disini ada hal yang perlu dicatat. 

Pertama, booking dulu room atau cotage yang ingin kita tempati minimal 1 minggu sebelumnya terutama untuk weekend dan hari libur, karena biasanya room atau cotage sudah full booked sejak seminggu sebelumnya.  Untuk booking room biasanya by phone lalu kemudian dikirimi sms norek dan jumlah yang harus ditransfer, dan harus ditransfer di hari yang sama ketika sms konfirmasi diterima. Untuk superior room saja, jangan harap bisa kebagian kamar bila langsung datang di hari H tanpa booking sebelumnya, kecuali anda sedang sangat beruntung.

Kedua, karena lokasinya yang jauh dari fasilitas publik seperti ATM dan supermarket, siapkan dulu uang tunai dan pastikan perlengkapan yang kita bawa lengkap dan tersedia. Alhamdulillah sejak beberapa bulan lalu, sudah ada mesin ATM tersedia di sebelah kanan Hotel. Jadi memudahkan kita menguras isi ATM, eh ? muehehe...

Ketiga, karena jadwal buka tutup jalan raya Puncak yang kadang gak pasti, ketika weekend lebih baik diusahakan tiba di sana dan check in sebelum jam 12 siang di hari sabtunya, supaya puas menikmati liburan seharian, lalu check out setelah sarapan pagi di hari minggu.  Jadi bisa kembali ke Jakarta dengan keadaan jalan yang masih lengang tanpa macet. Karena berdasarkan pengalaman, kalau check out setelah jam 10 pagi, alamat nyangkut di kemacetan yang puuaannnjjang dan melelahkan. Bisa-bisa tiba di Jakarta tengah malem padahal besoknya harus kembali beraktifitas, fiiuhhh. Kecuali melewati jalan alternatif, bisa menghemat banyak waktu ketimbang bermacet-ria. Jangan lupa siapkan uang receh pecahan Rp.2.000,- yang banyak untuk saweran para "pak ogah" di setiap persimpangan jalan alternatif.

3. Hotel Bukit Indah

Nah, hotel yang satu ini juga termasuk hotel yang bisa menjadi alternatif yang bagus. Selain ratenya yang relatif murah, terkadang kita gak perlu booking dulu sebelumnya karena room yang tersedia lumayan banyak terutama untuk standard room-nya. Bisa menjadi alternatif tujuan ketika liburan ke Puncak tanpa planning. Posisinya tak jauh dari Hotel Puncak Pass Ressort, dari arah Jakarta ke arah cipanas sekitar 500 meter setelah melewati Hotel Puncak Pass Ressort. Letaknya di sebelah kiri jalan. Rate room termurah type standard mulai 525ribu atau bisa di cek di webnya langsung di sini.

Hotel ini juga menjual view yang hijau dan segar. Fasilitasnya seperti hotel lainnya ada kolam renang dan playground. Sayangnya, model bangunannya bisa dibilang jadul. Hanya bagian depan (Resepcionist) yang tampaknya bangunan baru. Restoran juga letaknya agak jauh dari lokasi Standard Room, jadi kita harus berjalan lumayan jauh dan naik tangga lumayan tinggi sebelum ketemu lift untuk naik ke restoran yang terletak di lantai 3. Tapi kalau sudah sampai di restoran, kita bisa menikmati pemandangan pegunungan dari atas balkon. Anak-anak paling suka berlama-lama di playground hotel ini karena lokasinya adem banget dengan banyak pohon yang rindang, atau sekedar jogging keliling playground.


Free breakfast dan makan malam yang bisa dibilang lumayan menunya, bukan hanya nasi goreng sorangan, hehe. Ada bubur ayam, nasi goreng, roti tawar dengan toppingnya, juga nasi putih dengan lauknya yang disajikan secara prasmanan. 


Idem dengan Hotel Puncak Pass yang jauh dari fasilitas publik, jadi siapkan isi dompet dan lain-lain sebelum leyeh-leyeh di hotel ini. Ini salah satu pengalaman  kami saat menginap di Hotel Bukit Indah.


Penampakan Hotel Bukit Indah




4. Hotel Puncak Inn
Hotel Puncak Inn letaknya gak jauh dari Hotel Bukit Indah, kalo dari arah Jakarta letaknya sebelah kanan setelah Hotel Bukit Indah. Kami sekeluarga sih belum pernah menginap di sini. Pernah sekali ingin mencoba tapi urung karena kesan spooky-nya. Mungkin, karena ketika kami kesana, pengunjung sedang sepi, hehe.
 
5. Hotel Arjuna
Letaknya lumayan dekat dengan TSI, dari arah Jakarta lokasinya setelah Taman Safari sebelum Masjid At-Ta'awun, hotelnya ada di sebelah kanan jalan. Very Not Recommended dengan hotel yang satu ini, karena punya pengalaman pahit saat menginap di sini, hiks. Sakitnya itu disini -sambil nunjuk dompet-. Hiks :-(

Kami kehilangan kamera yang diduga diambil oleh roomboy atau kru hotel. Dugaan itu bukan tanpa alasan, saat kejadian kami menginap di family room. Bentuknya 2 kamar yang bersebelahan, dihubungkan dengan 1 buah toilet yang memiliki 2 pintu, satu pintu ke kamar sebelah kiri dan satu pintunya lagi ke kamar sebelah kanan. Bila kita sedang menggunakan toilet, cukup kunci kedua pintu dari dalam karena saat terkunci dari dalam, orang yang berada di luar nggak bisa membuka pintu.

Waktu itu aku dan keluarga menginap di sana dengan adik yang tidur sendiri di kamar sebelahnya. Ketika waktunya breakfast, aku, suami dan anak-anak lebih dulu turun ke restoran sementara adikku masih mandi. Setelah mandi, ganti baju dan mengemasi barang-barang untuk segera check out adikku mendengar suara pintu toilet terkunci, setelah di cek ternyata benar toilet sudah terkunci dari dalam. Karena dikira Abu Alifa yang kembali ke kamar, adikku hanya santai saja. Saat itulah adikku langsung keluar kamar dan mengunci pintu untuk turun ke restoran, tapi sempat melihat seorang roomboy dengan seragam hotel berjalan terburu-buru menuruni tangga. Saat itu nggak ada siapapun disana kecuali dia dan roomboy tadi. Karena pintu kamarku yang di sebelah juga tertutup, adikku sengaja mengecek kuncinya, dan didapati masih terkunci. 


Setelah breakfast kami bermaksud foto-foto, tapi kamera sudah nggak berada di tempatnya.

Akhirnya semua barang yang sudah dikemasi terpaksa diobrak-abrik. Mobil tak luput dari sasaran obrak-abrik. Setelah yakin kamera kami benar-benar lenyap, barulah adikku teringat peristiwa pagi tadi. Setelah ditanya apa tadi pagi Abu Alifa kembali ke kamar, kami hanya bengong sambil geleng-geleng kepala. Lha wong semenjak turun tadi kami nggak balik lagi ke kamar apalagi ke toilet dan kami yakin kamar sudah dikunci, kuncinya pun masih kami pegang. Pemilik kunci duplikat kamar di hotel ini pastilah orang dalam hotel juga. Saat itulah kami mencurigai roomboy yang tadi terburu-buru menuruni tangga, sayangnya adikku tak sempat mengenali roomboy yang mana karena banyak sekali roomboy yang hari itu bertugas. Akhirnya kami melaporkan kejadian itu ke pihak hotel. Di luar dugaan, bukannya membantu mengintrogasi karyawannya malah mereka saling lempar dan lepas tangan bahkan seakan ada yang ditutupi. Hmm...ya sudahlah.
 
Mungkin memang belum rezeki kami, mungkin Allah sedang mengingatkan kami tapi data yang ada dalam kamera yang bikin sedih, hiks :-(. Semoga dengan postingan ini, tak akan ada korban lagi. Alhasil, gak ada foto yang bisa di upload di sini karena ikut raib bersama sang kamera.

Suasananya juga kacau dan berisik banget karena lokasinya yang tepat di pinggir jalan raya. Teramat sangat nggak nyaman dan nggak cocok untuk tempat beristirahat. Bahkan siap-siap begadang semaleman karena bising sepanjang malam.


***
Sementara ini dulu review tentang hotel di Puncak, Bogor yang sempat kami singgahi. Mungkin sifatnya subyektif karena berdasarkan pengalaman pribadi, hehe.. Bersambung pada postingan berikutnya ya ! 

1 comment:

  1. hotel yang sangat bagus, tapi kalo belum coba menginap di villa kami coba dulu deh :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...