3 August 2014

Ujian Pertama di Bulan Syawal

Hufftt, sakitnya itu disini..(sambil urut dada).
Allah memberikan ujian bukan tanpa alasan. Semoga diberi kekuatan menghadapi semua. Mengharapkan pandangan makhluk memang hanya akan membuat kecewa. Terbukalah segala tabir hati yang tersimpan. Tetap tersenyum sambil memandang wajah orangtua, suami dan ketiga krucilsku. Mereka yang lebih berhak atas senyum dan perjuanganku. Bismillah... Move on.


Bila membela dan menjaga orangtua dari kesyirikan menyekutukan Allah dengan mendatangi juru ramal ataupun "orang pintar" dianggap sebuah kejahatan apalagi keSOMBONGan, biarlah Allah yang memberi keadilan. Saya tidak takut dibenci manusia, tapi saya lebih takut bila dibenci Allah.


Saya ikhlas dan tak akan bergeming bila dia mencaci dan menghina saya, karena hanya Allah pemilik segala kemuliaan. Keburukannya pun akan kembali pada dirinya sendiri. Tapi DEMI ALLAH saya TIDAK AKAN PERNAH RIDHO siapapun menghinakan orangtua saya di hadapan kedua mata dan telinga. 

Bila menghadapi orang-orang berpenyakit hati, apapun yang kau lakukan bahkan niat baik untuk memperbaiki hubungan hanya akan dianggap ancaman bagi eksistensi ego mereka. Ibarat memegang telur retak di telapak tangan. Dijaga hati-hati dan diperlakukan dengan baik pun tak mungkin menetas, namun bila tersenggol sedikit saja telur pecah dan isinya mengotori telapak tangan. Percuma...jatuh telur di ujung tanduk, pecah menjadi percikan api. #BatasLelah

Bila Allah telah mengunci mati hati seseorang, tak ada sesuatu pun yang mampu membukanya. Kaku. Terlena luar biasa dengan kesenangan duniawi, merasa seluruh dunia berada dalam genggamannya. Merasa benar dan tak mau mendengar nasihat orang lain. Keangkuhan menjadi raja diraja dalam bathinnya. Tak rela ada orang lain menyaingi ketinggian egonya, Na'udzubillah. Namun sebenarnya ia sedang memeluk hampa dalam hidupnya. Kesepian melanda tanpa disadarinya.


Bila tak diberi kesempatan memberi penjelasan, maka bersabar adalah satu-satunya pilihan. Perdebatan hanya akan menciptakan amarah dan memenangkan ego demi sebuah kepuasan. Pengadilan Allah di akhirat akan mengungkap tabir kebenaran di hadapan seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Keadilan PASTI ditegakkan, saya yakini itu. Innallaha ma'assobiriin...

Duhai Rabbku, Engkaulah sebaik-baik penolong dan pelindungku. Bahkan para manusia angkuh dan keji itu tak akan mampu mendatangkan mudharat bagiku kecuali atas seizin-Mu.

Ya Mujiib, Ya Hakim...Berilah hidayah kepada orang-orang angkuh tersebut agar perjalanan hidupnya kelak tidak berakhir dalam kesunyian, kehampaan dan keterhinaan. Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan, aku ikhlaskan sepenuhnya pada-Mu Ya Muqsith...

Ya Rabb, sadarkanlah kami dari kesalahan dan kelalaian kami dengan cara yang kami sadari. Jangan kau kunci mati hati kami hingga kami tak menyadari bahwa Engkau sedang menyadarkan kami...


Ya muqallib al qulub, Jagalah hati kami dari sifat riya', iri, dengki, hasut, dan hasad. Allahuma aamiin....


-- Tragedi di bulan Syawal --

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...