19 August 2014

Cinta Sang Pangeran

Keputusan untuk menikah di usia yang terbilang muda ditambah masih berstatus mahasiswa ikatan dinas di sebuah Universitas adalah bukan perkara mudah bagiku. Selain perjuangan meyakinkan orang tua yang super alot dan banjir airmata, juga resiko yang membayangi apabila keputusan itu benar-benar diambil yaitu mengganti seluruh biaya kuliah yang sudah kujalani sekaligus uang insentif bulanan yang sudah kuterima setiap bulannya dari pihak universitas. Aku mantap melangkahkan kaki menuju dunia baru itu ketika calon suamiku mengatakan siap dengan resiko yang akan kami tanggung bersama.


3 August 2014

Pengakuan mengejutkan dari para sopir truk. Bikers, Waspadalah !

Saya merinding waktu membaca dan mendengar sumber ini pertama kali. Ada kengerian karena seringnya menyaksikan kejadian korban tergilas truk. Setiap kejadian kecelakaan yang melibatkan truk atau bus besar dengan sepeda motor, hampir bisa dipastikan ada korban tewas yang tergilas truk. Rasanya sayang artikel penting ini bila tidak dibagikan kepada pembaca yang lain.

Mengapa hal ini bisa terjadi ?

Sejujurnya kita patut berterima kasih kepada para sopir truk. Berkat cucuran keringat Abang Abang, mas-mas, dan bapak-bapak sopir ini, terutama kita yang tinggal di kota besar, akhirnya bisa menikmati aneka hasil bumi seperti buah, sayur dan palawija. Berkat injakan pedal gas dan tarikan tuas persneling truk beliau-beliau inilah kita bisa menikmati sensasi berkendara lewat motor ataupun mobil yang mereka antarkan. Tetapi, sebuah fakta dan pengakuan mengejutkan dari sopir truk ini sempat membuat saya syok dan mendadak gemetaran karena mengingat seringnya saya berkendara keluar kota khususnya jalan lintas sumatera yang berbarengan dengan truk-truk besar.

Ujian Pertama di Bulan Syawal

Hufftt, sakitnya itu disini..(sambil urut dada).
Allah memberikan ujian bukan tanpa alasan. Semoga diberi kekuatan menghadapi semua. Mengharapkan pandangan makhluk memang hanya akan membuat kecewa. Terbukalah segala tabir hati yang tersimpan. Tetap tersenyum sambil memandang wajah orangtua, suami dan ketiga krucilsku. Mereka yang lebih berhak atas senyum dan perjuanganku. Bismillah... Move on.


Bila membela dan menjaga orangtua dari kesyirikan menyekutukan Allah dengan mendatangi juru ramal ataupun "orang pintar" dianggap sebuah kejahatan apalagi keSOMBONGan, biarlah Allah yang memberi keadilan. Saya tidak takut dibenci manusia, tapi saya lebih takut bila dibenci Allah.


Saya ikhlas dan tak akan bergeming bila dia mencaci dan menghina saya, karena hanya Allah pemilik segala kemuliaan. Keburukannya pun akan kembali pada dirinya sendiri. Tapi DEMI ALLAH saya TIDAK AKAN PERNAH RIDHO siapapun menghinakan orangtua saya di hadapan kedua mata dan telinga. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...