5 March 2014

Aku Wanita Biasa

Aku suka menulis sejak kecil. Entah sudah berapa diary penuh coretan-coretanku. Mulai dari puisi, cerpen buntung (karena kebanyakan ceritanya tak sampai ending *nyengir) , hingga curhat nggak jelas. Masa smp, sma jadi bagian yang banyak mengisi coretan di diaryku. Kadang gadis tomboy yang pecicilan ini menjelma menjadi  pujangga dadakan nan puitis dan melankolis. Maklumlah, di umur segitu sedang masa galau-galaunya. Mencari jati diri juga mencari cinta bwahahaha....


Talk about my self, sebenarnya aku tipe orang yang introvert, walau tertutupi dengan keseharianku yang sepertinya extrovert. Tak banyak orang yang tahu tentang kepribadianku atau kisah hidupku secara mendalam karena memang tak mudah bagiku berbagi cerita yang menurutku tak ada untungnya orang lain mengetahuinya.  Terutama mengenai kesedihan dan jatuh bangun perjuanganku.  Apalagi curhat didepan ‘podium’ jejaring sosial alias update status galau ala remaja alay zaman sekarang. Makin galau makin ngaxis.. tak peduli karakter dan jati diri terpetakan lewat status yang di update. Aku lebih memilih menyimpan semua pengalaman dan setiap rekam jejak kehidupanku sendiri, atau menceritakannya kepada diary melalui coretan dan cerita. Walau terkadang memilih dan memilah bagian mana yang layak diambil atau bahkan dibagikan sebagai pembelajaran

Kata orang, aku seorang yang tegar dan pantang buang air mata. Padahal, sebenarnya aku juga manusia biasa, tepatnya wanita biasa. Ya, sangat biasa. Biasa menangis dan tersedu atau bahkan merasa putus asa saat kurasa tak kuat menghadapi semua ujian yang mendera. Walau tangis dan airmata itu tersembunyi dibalik bantal dan pintu kamar yang terkunci. Tapi yang terpenting aku merasa di setiap masalah yang aku hadapi, Allah selalu ada. Allah selalu punya cara membuktikan sayang-NYA padaku, pada kita semua. Walaupun melalui ujian yang kadang terasa pahit dan menyakitkan.



Aku memang suka menulis, tapi harus  kuakui aku tak pandai apalagi lihai mengarang bebas menciptakan sebuah kisah fiksi. Aku lebih suka menulis tentang diriku, tentang kisahku. Kelak, catatan-catatan kecil itu bisa kubuka dan kubaca lagi sebagai motivasi dan penguat pribadiku. Mengambil hikmah di setiap bagian cerita untuk menjadi pribadi yang terus lebik baik lagi. Mimpiku suatu hari nanti, Aku bisa memiliki sebuah, ya minimal sebuah buku tulisanku sendiri sebelum waktuku di dunia habis. One book before dying, bismillah.. :)



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...