27 February 2014

Abdurrahman Bin Auf, manusia bertangan emas.

Berawal dari membaca sebuah kisah mengenai "JAM ROLEX" sang wakil rakyat yang membuat banyak mengundang kontroversi. Debat kusir pun tak terhindarkan. 
Ada yang membela dengan alasan berbaik sangka karena itu bentuk "syukur nikmat" Sang Anggota Dewan dalam mensyi'arkan nikmat yang Allah berikan.
Ada juga yang mempertanyakan "kepekaan" beliau selaku wakil rakyat dalam mewakili rakyat INDONESIA yang justru masih banyak yang dalam kondisi memprihatinkan.
Wallahu'alam bishowab...
Sementara si empunya “ROLEX” berlenggang santai tanpa beban.


Sebuah kisah yang mengingatkanku pada seorang sahabat Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf .
 

Beliau adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang meninggalkan seluruh hartanya di Makkah tatkala berhijrah ke Madinah. Namun, beliau bukanlah tipikal orang yang lemah, berputus asa kemudian mengemis belas kasihan orang lain.


Saat beliau, Nabi SAW dan para muhajirin berhijrah ke madinah. Nabi SAW ketika sampai di Madinah membuat suatu kebijakan yaitu mempersaudarakan Kaum Muhajirin (pendatang dari Makkah) dengan kaum Anshar (penduduk asli Madinah). Adapun Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan orang kaya Madinah yang bernama Sa'ad bin Al-Rabi' Al Ansari. Saudara barunya menawarkan separuh dari hartanya kepada Abdurrahman, bahkan salah satu dari istri yang sangat dicintainya juga ditawarkan untuk dipilih oleh saudaranya.

Pernahkah kita bayangkan jika tawaran tersebut datang kepada kita, jawaban apa yang akan kita berikan ?

Saat itu Abdurrahman bin Auf menjawab,
''Semoga Allah memberkati pada hartamu dan keluargamu, akan tetapi tunjukkan saja dimana letak pasar.''

Sesampai di pasar, beliau mempraktekkan kemampuannya dalam berdagang. Dan tidak berselang lama beliau sudah mendapat keuntungan yang besar. Abdurrahman bin Auf kemudian menikah dengan mahar emas sebesar biji kurma, mahar tersebut diperoleh dari hasil kerja keras beliau. Seiring berjalan waktu beliau menjadi salah seorang saudagar terkaya di Madinah.

Kekayaan yang dimiliki oleh Abdurrahman bin Auf tidak serta merta membuat beliau sombong dan melakukan tawar menawar nilai kekayaan dengan petugas baitul mal negara. Bahkan ketika kaum muslimin akan menghadapi perang Tabuk beliau menginfakkan 200 Uqiyah emas. Sehingga tak menyisakan apa-apa untuk keluarganya, kecuali keyakinan akan janji Tuhan dan Hasilnya berupa rizki dan kebaikan serta pahala yang banyak. Allah dan Rasulnya tidak pernah ingkar janji.


Subhanallah sungguh Abdurrahman bin Auf r.a. telah mendapatkan jaminan surga dari Rasulullah. Beliau r.a. memberi kita sebuah pelajaran, carilah harta sebanyak-banyaknya dengan jalan yang benar, kemudian tawarlah surga Tuhanmu dengan harta tersebut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...