19 February 2014

Operasi Penutupan Ileostomi Fathanku

Sebelum tanggal operasi tutup ileostomi ditentukan, aku berusaha mencari info sebanyak-banyaknya. Rajin bertanya mbah Google, mencoba mencari kisah pengalaman orang-orang yang mungkin sempat diabadikan dalam sebuah artikel di internet. Mencari tahu proses dan kondisi apa saja yang nanti dihadapi Fathanku menjelang dan setelah operasi. Juga dag dig dug membayangkan berapa  lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi penutupan ileostomi nanti. Harapanku, ada yang rela membagi atau memberi bocoran supaya kami bisa bersiap atau sekedar memberi gambaran supaya kami bisa mempersiapkan lebih awal atau paling tidak mencari backup pinjaman jika kurang. Menyiapkan semua persenjataan sebelum peristiwa itu dimulai.

Ternyata, tak ada satupun yang membahas berapa pastinya biaya yang sudah dikeluarkan, tapi alhamdulillah aku menemukan tulisan seorang bunda yang menceritakan pengalaman puterinya saat menjalani operasi penutupan kolostomi karena "atresia ani", bahasa keren dunia kedokteran mengenai bayi yang terlahir tanpa anus. Prosedur yang harus dijalani pada operasi penutupan kolostomi pada pasien atresia ani tidak berbeda jauh dengan prosedur penutupan ileostomi. Sayangnya, aku lupa mencatat link artikel tsb karena pikiranku saat itu hanya tertuju pada Fathanku.


Senin, 7 Oktober 2013

Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan panjang, hari bersejarah itu datang juga. Dua hari sebelum operasi dilakukan, kami sudah harus check in di Ruang Widuri RSAB Harapan Kita.
Kami berangkat dengan formasi pasukan lengkap. Alifa dan Zahwa pun diajak serta karena aku tak tega bila dua bocah ini harus dijaga terpisah atau bolak-balik ke penginapan, aku khawatir dengan kesehatan mereka.
Bukan tak percaya bila mereka dititipkan pada kerabat dekat, tapi justeru aku yang tak bisa tenang bila terpisah dari keduanya. Juga dengan pertimbangan Fathan bisa beristirahat dengan tenang pasca operasi nanti, akhirnya kami memilih ruang VIP. Walaupun terpaksa  menjual  aset  kami yang memang  tak banyak  termasuk mobil keluarga satu-satunya untuk biaya pengobatan Fathan. Kami yakin semuanya merupakan skenario-NYA, bahkan bila Allah mau semua bisa diambil-NYA dalam sekejap. Kami hanya ingin memberikan upaya terbaik untuk kesembuhan jagoan kecilku. Selebihnya, biarkan Allah yang bekerja dengan cara-NYA.

Sejak itu, infus dan kateter mulai dipasang untuk persiapan. Walaupun selang NGT juga masih selalu menemaninya, Fathan kecilku yang tangguh masih lincah beraktifitas seperti biasanya, alhamdulillah. Dalam hatiku terus berdo'a, "Ya Rabb, mudahkanlah prosesnya hingga operasi selesai dilaksanakan dan Fathanku bisa sembuh seperti sebelumnya, Aamiin."





Selama di rumah sakit, Fathanku selalu kelihatan ceria. Dua kakaknya seolah memberi semangat padanya untuk tetap tersenyum. Mereka faham dan mengerti bahwa saat ini adik kecilnya sedang berjuang. Ya Rabb, teringat firman-MU yang agung, "Maka nikmat Tuhanmu yang  mana lagi yang engkau dustakan ?"


Dua hari sebelum operasi, ada prosedur yang ternyata harus dilakukan. Irigasi Kolon atau spoeling cairan nacl sebanyak 100cc setiap pagi dan sore hari. Tujuannya untuk membersihkan usus hingga siap dioperasi nanti. Tadinya aku sempat cemas, khawatir Fathanku rewel karena mungkin akan terasa sakit. Alhamdulillah fase ini bisa dilewati Fathan kecilku yang tangguh. We luv u so, dear...





Irigasi kolon oleh para suster
With Abi 'n Kk Zahwa cantik
Rabu, 9 Oktober 2013
Sesaat sebelum memasuki ruang OK. Tangan kecilnya semakin erat memelukku. Berkali-kali tangannya menarik menjauh ketika akan kupakaikan pakaian khusus berwarna hijau pupus itu saat memasuki ruang observasi. Khawatir dan cemas terlihat jelas di wajah mungilnya yang ketakutan. Semakin erat kudekap pejuang kecilku. Mulutnya merengek tak henti. Sepertinya ia masih mengenali ruangan keramat ini .
Kubisikkan lirih di telinganya.. "Ade' gpp, semua baik-baik aja sayang.. Umi di sini peluk ade" sambil terus kudekap makin erat. Perlahan Fathan kecilku mulai tenang, matanya makin sayup. Senandung do'a terus kubisikkan di telinga kecilnya, hingga akhirnya matanya terpejam. Fathanku tertidur. Perlahan aku pindahkan tubuh mungilnya ke ranjang kecil yang sudah disiapkan. Lagi, kubisikkan kalimat ditelinganya..
"Fathan sayang, Umi ga bisa temenin Fathan berjuang di dalam. Tapi ada Allah yang selalu menjaga ade', ga pernah meninggalkan ade'.. Tidur yang nyenyak ya sayang. Jangan bangun sebelum Umi bangunin ade' lagi nanti, kita ketemu lagi nanti ya.."
Beberapa paramedis berseragam "perang" mulai mendorong ranjang dengan Fathanku yang tertidur di sana  memasuki ruangan dingin beraroma khas menusuk hidung, Ya ruang OK. Perlahan ranjang itu menghilang sebelum pintu ruangan benar-benar ditutup.
Selamat berjuang, sayangku. Do'a Ummi, Abi, Kak Alifa dan Kak Zahwa selalu mengiringimu.


Sesaat sebelum menuju ruang OK

Operasi kali ini juga berlangsung selama 4 jam, sama seperti operasi sebelumnya. Saat dokter memanggil nama kami, suamiku bergegas menemui dokter bedah sementara aku tak sabar menemui si pejuang tangguh itu. Tubuh mungilnya masih berselimut kantong udara hangat. Seorang dokter yang membawanya masuk ke ruang operasi tadi berbisik padaku. Katanya, Fathan tidak terbangun sama sekali sejak masuk ke ruang operasi dan baru terbangung ketika kusebut namanya. Ya Rabb, kali ini aku benar-benar meyakini janji-MU. Do'a ibu pada anaknya adalah do'a yang tak pernah tertolak.


Alhamdulillah, Fathan tak perlu diobservasi di ruang NICU tapi bisa langsung dirawat di ruangan rawat inap sebelumnya.

Seperti operasi sebelumnya, dia juga diharuskan berpuasa selama 4 hari demi menjaga luka di ususnya agar segera pulih seperti semula. Dan Allah benar-benar memudahkan semua prosesnya. Selama berpuasa Fathan tak rewel sama sekali. Dan akhirnya bisa dipulangkan sesuai jadwal karena semua kondisi berlangsung tanpa hambatan. Tepat sepuluh hari sejak hari pertama datang, Fathan sudah bisa kembali pulang. Alhamdulillah...

Kini, Fathan kecilku sudah kembali seperti semula :). Semakin yakin dengan janji Allah, bahwa IA selalu sandingkan kemudahan di setiap kesulitan.




Bagi bunda yang membutuhkan informasi mengenai biaya, share pengalaman mengenai invaginasi usus, ileostomi, dll, silakan kirimkan email ke azkiya11@gmail.com :), insyaalloh dengan senang hati saya berbagi...



Post terkait : 
Badai Tak Terduga


5 comments:

  1. Assalamualaikum wr wb,..

    Bagaimana kabar Dede Fathan ?

    Alhamdullah akhirnya saya menemukan blog ini, sungguh sangat membantu hati yang lagi tidak tenang ini bu.. Perkenalkan nama saya Dani, yang kebetulan anak saya juga mengalami penyakit yang sama dengan dede Fathan.Dan rencana Operasi penutupan Colostomy nya Insya Allah di bulan Agustus.Minta doa nya ya bu.. semoga Anak saya ( Arfa 6thn) bisa kuat seperti dede Fathan.Amin
    Ada yang mau saya tanyakan bu, ketika proses Irigasi Kolon atau spoeling apa yang di alami Dede Fathan ? apa dia meringis kesakitan atau tidak merasakan apa apa ? dan apa dede fathan menjalankan Puasa sebelum operasinya ?
    Sungguh sangat takut sebenarnya untuk menghadapi semua ini, hati campur aduk, tidak bisa tidur, kadang sempat berfikir untuk membatalkan semua rencana operasi penutupan colostomy, karena melihat anak lagi senang sekolah, belajar .. tidak tega kalau dia lagi sangat aktif,tiba tiba saya bawa ke RS untuk di operasi.
    oya bu setelah dede fathan pulang kerumah, apa BAB nya normal seperti anak anak yang lain ?
    dan berapa lama penyembuhan setelah operasinya ?
    Karena kalau melihat di forum forum lain masa penyembuhanya begitu lama dan tidak kembali normal seperti layaknya anak anak yang lain, itu yang membuat saya sangat ketakutan.
    Mudah mudahan Dede Fathan tidak mengalaminya dan langsung kembali Normal.
    Saya Harap comment ini bisa ibu balas ke email saya : ramdani.gerhana@gmail.com.

    Terima Kasih banyak bu..

    Wassalamualaikum Wr Wb.


    Dani Ramdani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu'alaikum Ayah/Bunda Dani.

      Alhamdulillah Fathan sehat dan baik. Mohon maaf baru sempat buka blog dan balas komennya.

      Saya turut prihatin dengan invaginasi putra ayah/bunda.

      Menjaga ketenangan dan berprasangka baik pada Allah insyaalloh bisa menjadikan kekuatan dan menambah kesiapan kita menghadapi hari bersejarah bagi ananda. Bila dihadapi dengan tenang dan siap insyaalloh operasipun bisa berjalan dengan lancar. Pemahaman seperti ini yang saya dan suami terapkan selama mendampingi ananda fathan . Yakin dan percaya bahwa semua akan baik2 saja, ada Allah yang selalu melindungi ananda, karena semua pun terjadi karena ketetapannya :-)

      Saat spoeling alhamdulillah dijalani fathan dengan lancar dan tanpa rewel, karena mungkin fathan melihat wajah2 kami yg berusaha tegar dan memberi kekuatan. Insyaalloh bila dihadapi dengan positif thinking, spoeling gak berrasa sakit kok yah/bun. Sebelum operasi ananda dipuasakan 10 jam sebelum jadwal operasi. Alhamdulillah, bahkan sampai hari ke 4 puasanya ananda baik2 saja dan tdk rewel seperti tidak berpuasa. Hanya saja, kami yang menunggui di RS tahu diri dengan tdk makan/minum di depan Fathan. Kalau mau makan atau minum, kami sengaja ke luar ruangan.

      Setelah operasi, alhamdulillah tidak ada keluhan yang berarti. Hanya check up dan kontrol biasa krn progress pasca operasinya baik. Hanya selama sekitar 3 bulan, fathan rutin mengkonsumsi "pankreon" atau sejenis enzim.lipase untuk membantu penyerapan nutrisi makanannya krn ususnya blm berfungsi sempurna untuk penyerapan makanannya. Tapi setelah 3 bulan, pemberian pankreon kami hentikan karena khawatir enzim tsb berasal dari hewan yg tdk halal. Penggantinya fathan rutin konsumsi gamat dan madu. Alhamdulillah sampai sekarang masih berlanjut konsumsi. Sebenarnya bukan hanya Fathan, tapi kakak2nya jg ki biasakan konsumsi herbal.

      Semangat ya Ayah/Bunda Dani. Kalau menurut dokter kondisi fisik ananda siap untuk dioperasi dan kondisi keuangan jg memungkinkan, lebih baik disegerakan. Makin cepat operasi tutup ileostomi ananda, insyaalloh makin cepat pula ananda pulih sebagaimana mestinya.
      Semoga operasi ananda dimudahkan dan lancar tanpa halangan apapun. Semoga Allah ganti kesakitan dan kekuatan ananda dengan kecerdasan, kesholehan, dan kebahagiaan kelak. Semoga Ayah/Bunda dan ananda diberikan kelapangan rizki, kesabaran dan kekuatan menghadapi operasi ananda, aamiin

      Salam dari Fathan ya Ayah/Bunda :-)

      Delete
  2. Putra saya (9 bulan) oktober ini dijadwalkan penutupan kolostomi.. mohon bs share brp biayanya ke call.me.badai@gmail.com ya bunda... terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  3. assalamualaikum umi alza yulia..gmn kabar de fhatan skrg?mungkin sudah besar ya?perkenalkan nama saya yashinta kebetulan anak saya nama'a fathan jg umi dan dy atresia ani jg sejak lahir..saya baru nemu artikel ini pdhl dr dl kelimpungan nyari2 info tentang atresia ani..pdhl anak saya lahir 26 oktober 2013 ga lama dr penutupan kolostomonya anak umi..tp alhamdulillah skrg anak saya sudah sehat normal seperti anak lain..skrg pup fathan gmn ya umi trus asupan makanan'a gmn? minta bantuan nya ya umi
    makasih salam buat kakak fathan dr de fathan hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh.
      Salam kenal bunda Yashinta :)
      Alhamdulillah fathan sekarang sehat dan normal.seperti sebelumnya. Sering sekali pengunjung keliru mengira fathan diileostomi karena atresi ani, fyi, fathan lahit normal tanpa kekurangan apapun. Qadarullah di usia 11 bulan mengalami invaginasi usus yang mengakibatkan ususnya harus dipotong dan diileostomi sementara. Ileostomi berbeda dengan kolostomi meskipun secara fisik tampak sama. Bedanya, pd ileostomi pembuangan kotoran melalui usus kecil (ileus) tanpa mmelalui usus besar (colon), sementara pada kolostomi feses yang dihasilkan sdh feses mature yg dikeluarkan usus besar. Untuk kasus atresia ani, umumnya kolostomi yang digunakan.

      Semoga anak-anak kita sehat terus ya bunda... Salam untuk Fathan Sholeh ;)

      Terima kasih atas kunjungannya :-*

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...