17 February 2014

Apa itu Invaginasi Usus ?

Waspada Invaginasi Usus pada bayi !
Tidak semua muntah pada bayi itu indikasi muntaber. Bisa jadi ini merupakan tanda keganasan invaginasi.
Bercermin dari pengalaman pribadi, membuatku tergerak menulis mengenai INVAGINASI USUS / INTUSUSSEPSI. Berharap tidak akan ada lagi korban seperti Fathan.

Invaginasi Usus, apa sih ?

Invaginasi usus adalah keadaan dimana usus terjepit oleh usus di sebelahnya. Pernah lihat teropong single lens yang dari panjang bisa melipat masuk jadi pendek khan ? Nah, begitulah mekanisme terjadinya invaginasi usus. Sehingga usus yang masuk kedalam usus yang menelannya menjadi terjepit. Keadaan diperparah oleh gerak peristaltik usus yang memungkinkan usus tertelan semakin dalam. Akibatnya, jaringan usus yang tertelan bisa rusak, bocor atau mati karena kekurangan / tidak mendapat supply oksigen sama sekali ketika terjepit.

Invaginasi usus ini bisa jadi kurang populer di masyarakat kita.  Namun jika terlambat ditangani, kajadian ini bisa berakibat fatal.

Apa sih ciri-ciri invaginasi ?

Invaginasi memiliki ciri gejala yang khas yaitu :
· Anak menangis kencang seperti kolik/kembung
· Muntah cairan lambung berwarna kuning hingga kehijauan
· Biasanya anak kembali tenang bahkan cenderung mengantuk setelah muntah
· Kejadian no.1 hingga no.3 terjadi berulang setiap 10-15 menit
· Poop atau BAB darah karena usus yang terjepit mulai terluka dan infeksi


Darah dan lendir pada feses
Adapun penyebab INVAGINASI USUS / INTUSUSSEPSI ini idiopatik (bahasa keren di dunia kedokteran yang berarti belum diketahui penyebabnya).
Biasanya terjadi pada balita dibawah 2 tahun ( lebih seringnya terjadi bada bayi kurang dari 1 tahun dan lebih banyak pada bayi laki-laki).
Sebagian besar disebabkan pemberian makanan padat sebelum waktunya, kegemukan yang membuat lapisan lemak pada usus bayi lebih banyak dan mengakibatkan usus terpelintir saat mencerna, atau adanya infeksi seperti flu, batuk, demam, alergi, diare akut atau infeksi lainnya yang mengakibatkan pembuluh darah disekitar usus melebar / meradang.
Sedangkan pada kasus anak diatas 2 tahun dan orang dewasa, biasanya karena tumor / kanker.


Untuk memastikan seseorang terkena invaginasi, biasanya harus melalui tahap pemeriksaan fisik berupa foto radiologi  atau lebih dikenal dengan istilah rongent dengan 2 atau 3 posisi. Disertai USG untuk memastikan kondisi usus yang terjepit.

HARUS CEPAT !
Pemilihan tindakan medis pada pasien invaginasi bergantung pada diagnosis. Faktor yang paling utama adalah kecepatan orangtua memeriksakan anak yang diduga terkena invaginasi. Selain itu bila diketahui lebih cepat ( Kurang dari 1 x 24 jam setelah gejala awal), ada kemungkinan si pasien tidak perlu menjalankan operasi pembedahan tetapi cukup menggunakan metode Barium Enema.
Tapi pada kasus Fathan yang terlambat didiagnosa oleh tenaga medis walaupun sudah sejak muncul gejala awal langsung kami bawa ke Rumah Sakit, menurut dokter bedah anak pembedahan merupakan satu- satunya cara yang relatif lebih aman. Karena dikhawatirkan kebocoran usus bila dipaksakan dengan barium enema.
Bila jaringan usus yang terjepit masih bagus dan cukup diurai, insyaalloh tidak usus yang harus dipotong. Namun bila yang terjadi sebaliknya, pemotongan usus yang rusak terpaksa dilakukan. Resiko terburuk dilakukan “ileostomi” atau “colostomi” atau pembuatan saluran pembuangan melalui perut apabila usus yang dipotong tidak memungkinkan untuk disambung kembali pada operasi yang sama. Biasanya, setelah 4 bulan operasi kedua dilakukan untuk menutup ileostomi atau colostomi .

So, buat para bunda yang sudah tidak sabar pingin memberikan makanan pendamping ASI, lebih baik ditunda dulu ya, Moms. Karena selain pemberian asi exclusive 6 bulan baik untuk kecerdasan dan imunitas bayi, juga mempersiapkan organ pencernaan si baby menjadi lebih matang dan siap menerima MPASI. Plus mencegah terjadinya invaginasi yang berakibat fatal bagi si bayi, naudzubillah...
Kalau semua sudah sesuai prosedur tapi tetap terjadi invaginasi juga seperti kasus Fathanku, berarti ujian sedang Allah berikan pada Moms. Tetap bersabar dampingi si kecil, percayalah setiap ujian yang istimewa hanya diberikan bagi hamba-NYA yang istimewa, Aamiin.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...