18 February 2014

Dunia Baru Sang Jagoan Cilik

Setelah pulang dari rumah sakit, ternyata bukan merupakan akhir dari perjuangan. Justru sebuah babak baru sedang dimulai. Dengan kondisi ileostominya, Fathan mudah sekali kekurangan cairan dan dehidrasi bila lalai sedikit saja. 
Bayi dengan ileostomi membutuhkan pengawasan super ketat. Bila intake cairan dan makanannya tak dijaga atau melewati satu sesi makannya saja, tubuh mungilnya akan terlihat semakin kecil dan tirus karena cairan di dalam tubuhnya berkejaran dengan produksi ileostominya sementara tugas penyerapan air hanya bergantung pada usus halusnya yang baru belajar menggantikan tugas usus besar yang sedang 'bebas tugas' sementara waktu. Ditambah lagi kondisi usus yang di luar tubuh membuatnya rentan terinfeksi kuman dari luar. 

Dalam tenggang waktu 2 bulan, dehidrasi sukses mengirim kembali Fathan ke RSAB. Harapan Kita ruang widuri :(. 2 kali dirawat dengan kasus dehidrasi dan kekurangan gizi akut sistemik, membuat kami lebih berhati-hati. Khawatir lengah dan kejadian itu terulang lagi. Kondisi Fathan naik turun tanpa bisa diduga. Bisa saja di pagi hari terlihat tembil dan banyak makan namun berubah drastis di sore harinya. Tubuhnya yang dulu gemuk dan tembil menyenangkan, berubah menjadi sangat tirus dan kurus. 

Dehidrasi selama di ileostomi :(
Jalan terakhir terpaksa dilewati, pemasangan NGT (nasogastric tube) supaya intake makanan berupa cairan lebih terkontrol dan mudah masuk ke lambungnya. Walau sudah tak asing dengan benda berbentuk selang kecil panjang yang dipasang di hidung hingga ke lambung ini sejak  seringnya menjumpai anak-anak dengan "belalai" di rumah sakit anak rujukan se-indonesia ini, tetap saja tak pernah membayangkan Fathan harus mengalami hal serupa. Belalai merupakan istilah para tenaga medis di sini, mungkin untuk mengurangi kesan horor agar para orangtua tak bergidik ngeri saat putera-puterinya terpaksa berinteraksi dengan ngt. Bahkan plester yang digunakan untuk merekatkan (istilah medisnya fixasi) dibuat dengan bentuk-bentuk lucu.  Yang luar biasa adalah justeru ketika si belalai harus mewarnai penampilan jagoan kecilku sepanjang hari setelah ini.

Pernah suatu hari, sebuah tragedi heboh juga terjadi hanya karena sedikit kelalaian. Waktu itu, kantong kolostomi Fathan yang ternyata bocor telat diganti. Muncul iritasi dan merah-merah di kulit sekitar kolonnya. Karena kurang pengalaman menghadapi ini, kesalahan penanganan justru membuat iritasi makin melebar menimbulkan ruam yang basah. Kami kebingungan setengah mati karena kantong kolostomi tak bisa dipasang. Ditambah tangis Fathan yang terus-menerus karena menahan sakit di daerah yang iritasi sementara produksi kolonnya juga terus keluar. Jalan satu-satunya, terpaksa sowan saat itu juga ke widuri untuk kursus kilat menghadapi masalah ini. Alhamdulillah, ada Zuster Wawat yang saat itu bertugas rela meluangkan waktu di tengah "kesibukannya". Training pun berlangsung dengan khidmat. Thank you so much, Zuster Wawat...


Beruntung, semua perlengkapan dan obat yang dibutuhkan bisa langsung didapat di apotik UGD RSAB. Harapan Kita. Secara, tak mungkin muter-muter Jakarta mencari "benda-benda langka" itu apalagi waktu sudah larut malam.


Berpetualang bersama Fathan dengan pengalaman barunya, membuat kami seperti menjelajah ke dunia baru yang sebelumnya tak pernah terfikirkan. Dunia itu milik anak-anak berkebutuhan khusus. Merasakan menjadi orangtua yang memiliki anak-anak istimewa. Selain fisik mereka 'istimewa', kebutuhannya tentu istimewa pula. Hari-hari yang dilalui bagaikan menyusuri jalan penuh ranjau yang bisa terinjak kapan saja. Dan kami menjalani petualangan bersejarah ini dengan ikhlas dan pasrah. Hanya Allah tempatku bergantung.


Next Post :

Unforgetable Journey My Little Boy
Operasi Tutup Ileostomi Fathanku

2 comments:

  1. Dear Fathan anak bunda yg sholeh. Semoga kelak jika Fathan besar dan membaca tulisan bunda Fathan. Alangkah bersyukurnya Fathan mempunyai orang tua yg sungguh luar biasa. sehat selalu ya nak...malaikat kecil bunda Alza yulia yg kuat
    Untuk bunda Fathan...teriring doa dr jauh semoga bunda selalu dalam lindunganNya..

    ReplyDelete
  2. Mbak terima kasih sdh sharing. Saat ii keponakan saya mengalami hal yg sama. Operasi di rs fatmawati
    sdh berjalan dan kami bingung utk beaya nya.kmrn mbak brown bea operasi nya.. tk.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...