24 November 2013

Hidup seperti air mengalir, oh ya ???

Kita pasti sering mendengar orang berkata "biarkan hidup menuntunku seperti air mengalir". Bagiku, kalimat tersebut begitu menggelitik dan terdengar lucu. Bukankah hanya ikan mati yang merelakan dirinya terbawa arus aliran sungai ? 

Atau sepotong ranting rapuh yang terjatuh di sungai kemudian arus membawanya mengikuti aliran sungai. Tidak tahu kemana arus air akan membawanya nanti. Apakah menuju ke lautan lepas yang akhirnya membuat sang ranting seperti buih di lautan yag terombang ambing dibawa ombak, makin tidak jelaslah nasibnya.

14 November 2013

Cara Membuka Toko Online


Bagi moms yang lahir era 80-an pasti masih ingat zaman kecil kita dulu dimana kita kudu pake telegram yang sampenya berhari-hari, hanya untuk menyampaikan berita bahwa  ayam kesayangan “innalilahi”. Atau istilah “Telepon Sejuta Umat “ alias satu telepon untuk semua penghuni rumah yang itupun belum semua orang mampu pasang karena biaya abodemen bulanannya terbilang “Mahal Bo’ “.  Lebih parah lagi, titip salam lewat sang merpati. Kalau beruntung si merpati ga keburu ditembak pemburu sebelum ketemu sang pujaan hati..uuppsss
Zaman sekarang , siapa yang tak kenal dengan internet. Hampir semua orang sudah punya alat komunikasi yang namanya HaPe, BB, SmartPhone atau apapun namanya si Gadget. Internet murah meriah, bahkan ada provider yang rela banting harga lebih murah daripada nyawer “dangdutan”.
Bahkan saking ajibnya benda kecil ajaib bernama gadget ini, belanja pun bisa dilakukan hanya dengan modal pencet keypad. Tanya om ‘google’, semua masalah teratasi.
Toko online menjamur dimana-mana. Belanja online menjadi pilihan daripada pusing tujuh keliling ngubek-ubek pusat pertokoan tapi belum tentu ketemu barang yang dicari. Walaupun harus tetap selektif memilih toko online yang “Recommended

Dari sini, mulai muncul banyak ide dan keinginan untuk ikut memeriahkan dunia per-onlen-an dengan ikut membuka toko online atau berbisnis lainnya memanfaatkan internet yang penggunanya sudah berbilang jutaan dan ga mengenal batas negara. Tapi yang namanya bisnis itu kudu kreatif. Tidak melulu berbisnis produk, kini berbisnis jasa juga makin marak. Bisnis jasa pun semakin kreatif. Hal yang seolah sepele harus mampu disulap menjadi ‘sesuatu’. Apalagi dunia yang semakin tanpa batas, terus menunjang kebutuhan bisnis ‘tanpa toko’. Itulah yang sekarang akrab disebut dengan istilah toko online.

Kemampuan melek internet jaman sekarang emang menjadi kebutuhan yang wajib. Perempuan pengelola rumah tanggapun yang setiap hari ada dirumah bisa kok berkarya dari dalam rumah (stay at home mom as working mom). Ya itu tadi, dengan berbisnis online.

 >> Pilihan jatuh pada Toko online.
Setuju ya kalau tugas utama istri adalah melayani suami (dan keluarganya). Mestinya, keberadaan perempuan harus banyak di rumah daripada di luar rumah. Berdasar itulah, sudah sejak tiga tahun belakangan ini saya memilih berbisnis online dan lebih sering mangkal di depan komputer menggarap Toko online saya. Alhamdulillah, saat ini saya mampu membayar upah 4 orang karyawan untuk menunjang dan memuluskan bisnis online yang saya kelola di sela-sela waktu mengasuh anak-anak(dan suami).

Kenapa perempuan mesti online sih?
Menurut saya , ada banyak alasan yang membuat saya lebih memilih dan mengompori rekan sesama ibu-ibu untuk mulai berbisnis online. 
1. Panggilan hati ingin tetap “menghasilkan” uang yang berbenturan dengan kepentingan pengasuhan anak-anak dan restu suami. Menurut saya, tugas  saya yang utama adalah mengasuh ketiga  krucilku yang lucu yaitu Alifa, Zahwa dan Fathan. Dan menjadi istri dan ibu yang baik yang menghabiskan sebagian besar waktu saya mengawasi anak-anak sembari bekerja.  Nah ada baiknya, jika perempuan mau membuka usaha, komunikasikan dengan suami agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari. Surganya istri kan ada di tangan suami. Turuti perintah suami sepanjang itu baik. Insya Allah gak repot kok kalau di komunikasikan. 

2. Dunia yang makin tidak berbatas (borderless). Akses bisa dari mana saja. Sekarang, semua orang bisa dengan mudah mendapatkan info hanya sekali klik di internet. Klien bisa dari mana-mana. Gak cuma dari wilayah Indonesia, kemungkinan bisa bakalan go internasional . Mau di angkot, di rumah, di kantor, maupun di kamar kecil, orang sudah bisa terhubung ke dunia luas. 

3. Tidak perlu sewa toko atau buka bangunan baru buat jualan. Sewa toko/beli baru harganya kan tidak murah. Jika ada yang gratis bisa buka dari rumah sendiri, mengapa harus keluar dan berbayar?

4. Toko tidak harus buka dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Kalau di Toko online, saya bisa buka 24 jam atau mengatur sendiri jadwal online. 

5. Tidak harus punya modal untuk memulai berbisnis online. Karena sekarang banyak kok supplier-suplier online yang membuka peluang “Dropship” untuk para resellernya. Atau memang berniat membantu para moms yang baru memulai bisnis per-onlen-an tapi ga punya atau belum berani keluar modal besar. Seperti saya, tujuan utama saya membuka sistem dropship yaitu memudahkan para moms yang ingin “mencoba” atau malah “ketagihan” berbisnis online tanpa modal. Yang penting nyemplung dulu, baru tau gimana rasanya kecemplung hehe... :d . Kalo keasyikan pasti keterusan. Harapannya, diawal memulai dengan dropship hingga suatu saat mampu menciptakan ataupun memproduksi produk sendiri, Amiin.. 

6. Menciptakan lapangan kerja baru. Bila bisnis online kita semakin berkembang, tentunya kita bisa memikirkan untuk memperkerjakan orang lain untuk membantu memuluskan bisnis online yang kita jalani. Berdasarkan pengalaman saya yang mulai berbisnis online sejak 3 tahun yang lalu, alhamdulillah saat ini bisa memperkerjakan 4 orang karyawan untuk dipekerjakan di bagian produksi dan packing pesanan. Walaupun untuk saat ini, urusan Handle Customer belum bisa saya delegasikan L


Cocok kan ya bisnis online untuk perempuan. Tetap bisa punya kegiatan tambahan di samping kegiatan utama. Ada penghasilan tambahan diantara gaji utama dari suami. Tetap terjaga kehormatan tanpa perlu keluyuran di jalan.
Lantas bagaimana jika ada perempuan yang harus bekerja di luar rumah? Menurut saya, tidak apa-apa juga sih. Sepanjang restu suami ada di tangan (bagi yang sudah menikah) atau di ijinkan orang tua (jika masih single). Boleh-boleh saja dengan niatan membantu suami untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
Banyak juga sekarang perempuan yang kerja di luar rumah tapi juga punya bisnis online. Balik ke rumah, berperan lagi jadi ibu rumah tangga. Tuh kan, hebat ya perempuan, bisa berperan double dimana-mana.

Sekarang makin biasa kok, perempuan berbisnis dari rumah. Tapi masih ada aja loh perempuan yang belum tau gimana caranya mulai bisnis online ini. Kalau ada yang masih bingung gimana caranya membangun bisnis online, yuk kita belajar sama-sama.

>>Caranya?

1. Niat bekerja dari rumah. Kalau sudah niat, apapun yang akan terjadi nanti di sepanjang kita menjalankan bisnis, tidak mampu menghalangi usaha kita untuk terus berbisnis

2. Mencari sesuatu yang unik. Unik itu beda dari yang lain. Langkah mudahnya bisa di lakukan dengan meniru. Eits, tapi meniru bukan berarti menjiplak 100%. Lihat, amati dan modifikasi. Selain unik, ada baiknya perempuan mengambil bisnis yang enjoy, kreatif dan berdasar pada kemampuan knowledge. Jika kita enjoy/menikmati menjalankan bisnis kita, kata jenuh dan bosan pasti betah deh jauh-jauh dari kita.

3. Masa depan adalah apa yang kita rencanakan. Menyusun rencana bisnis ke depan memang di perlukan untuk membangun bisnis online. Sambil menyusun rencana yuk sambil perluas jaringan (networking).

4. Sediakan sarana dan prasarana. Namanya juga bisnis online. Perlu internet donk dan perangkatnya, misalnya komputer/laptop/tab, HP, telpon. Kalau gak punya modem atau sumber internet lain di rumah, bisa numpang ke warnet. Jangan lupa bayar ya Mom.. hehe :)

5. Ciptakan “BRAND IMAGE” sejak awal. Akan lebih meyakinkan calon customer bila kita memiliki website dengan domain sendiri. Ga harus bayar mahal untuk memiliki domain toko sendiri lho ! hanya dengan modal Rp.100.000,-/tahun kita sudah bisa punya toko online dengan domain namatoko.com atau sejenisnya. Hostingpun bisa free/gratis hanya dengan dititipkan ke Blogspot, wordpress atau blog sejenisnya. Saran saya lebih baik dititipkan di blogspot karena akan lebih mudah terindex oleh google. Sekarang juga sudah banyak jasa pembuatan toko online sederhana yang menawarkan harga murmer. Kalau beruntung dan rajin searching di google cari jasa webmaker murah, dengan modal Rp.300.000,- toko online dengan domain sendiri sudah siap launching. TARRAAA...

6. Jalankan. Kita harus GO biar bisnis ON, kita perlu ACTION biar bisnis makin UP. Kalau kita sudah usaha semaksimal mungkin, biarkannya dunia internet mengambil perannya.

7. Sabar dan Telaten kuncinya. Dimana-mana yang namanya pengin berhasil harus rela berdarah-darah di awalnya. Di film-film juga jagoan kalah dulu baru menang :-D. Coba tanyakan para konglomerat sukses, jalan mereka mengawali suksesnya pasti bukan melulu jalan halus mulus bertabur bunga seperti acara 'mantenan'.  Pada awalnya, mungkin tidak terlalu banyak pelanggan yang datang dan pendapatan juga masih minim. Banyak perempuan yang maunya bisnis instant, uang datang dengan cepat tanpa usaha lebih. Sudah keluar uang banyak, eh tau-tau gagal karena patah semangat. Tapi kita sebagai perempuan harus pantang menyerah, kerja keras, dan terus maju karena saya percaya bahwa big success comes from baby steps.

8. Review/evaluasi. Sebagai perempuan yang bekerja dari rumah dan memiliki anak, tidak berarti kita harus fokus terus ke bisnis tapi mengabaikan kepentingan anak. Review secara berkala juga perlu dilakukan untuk melihat perkembangan bisnis kita dan lebih memajukannya. Putuskan bagaimana kita sebagai perempuan akan menangani bisnis kita ke depan, apakah kita perlu menambah karyawan, meningkatkan pelayanan, menambah harga, dsb tentunya tidak mengabaikan kepentingan suami dan anak-anak sebagai prioritasnya.
Yuk ah Mom, tidak perlu lama-lama lagi. Yuk kita perempuan bergerak sama-sama.

1 November 2013

Kesempatan VS Prioritas

Seorang teman pernah bertanya, mengapa aku memilih di rumah sementara aku mampu bekerja di luar sebagai wanita kantoran, dengan senyum inilah jawabanku :

Aku hanya tidak ingin kehilangan banyak momen berharga bersama buah hatiku, aku tidak ingin melewati masa emas perkembangan mereka begitu saja. Sementara aku tahu, waktu tidak pernah bisa diputar kembali.
Karena sebenarnya merekalah aset kami saat ini dan di masa depan nanti. 
 
Lalu temanku itu bertanya lagi, lantas untuk apa aku sekolah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya bila akhirnya hanya untuk menjadi ibu rumah tangga.

Sekali lagi dengan senyum aku menjawab :

Menuntut ilmu bagiku adalah bekal sebagai ibu dan pendidik bagi anak-anaknya. Karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Aku ingin anakku dididik dengan ilmu. Tidak sekedar hidup, tercukupi kebutuhan pangan, tercukupi istirahatnya, dan tercukupi materinya lantas tumbuh menjadi besar. Tapi aku ingin mereka tumbuh dengan kasih sayang, kehangatan dan perhatian yang tercukupi pula. Akulah tempat mereka pertama kali bertanya, tentang dunia, tentang Tuhannya, juga tentang hakikat hidup yang sebenarnya.  Agar mereka merasa bahwa ibunya selalu ada untuk tempat mereka mengenal dunia. Hingga mereka tak harus mencari alternatif untuk bermanja atau sekedar bertanya pada orang yang salah. Dan itu, bagiku tidak cukup hanya dari sisa waktu dan tenagaku ketika bekerja di luar rumah. Di negeri Jepang saja, para kyoiku mama atau "ibu pendidikan" rela meninggalkan karir mereka dan sangat bangga menjadi ibu yang mendidik sendiri anak-anaknya. Rata-rata pendidikan mereka S1 atau S2. 


Ketika aku merasa lelah dan enggan untuk terus belajar, cukup bagiku mengingat bahwa anak-anak kita berhak dididik oleh ibu yang cerdas, saat itulah semangatku kembali menyala.

Bukan...
Aku bukannya menilai skeptis para ibu yang masih bekerja di luar rumah, apalagi mereka yang menggebu-gebu mengejar jabatan bertingkat serta karir di luar rumah, aku paham tiap orang memiliki kondisi yang berbeda, juga masalah kehidupan yang berbeda.

Tapi perkembangan anak-anakku adalah tanggung jawabku. Dan menurutku itu tidak bisa ku abaikan dengan ringan. Fase belajarnya tidak akan bisa terulang juga masa balitanya juga tidak bisa dimundurkan. Aku hanya tidak mau melewati setiap momentnya sedikitpun apalagi merutuki diriku di masa depan nantinya karena lalai mendidik anakku.
Aku tak ingin kehilangan kesempatan mengenal mereka lebih dekat, hingga tak menyesal nanti ketika mereka sudah memiliki dunianya sendiri.
 

Apakah aku mengalah ? atau sebuah pengorbanan ?
Bukan,
Aku tidak mengalah apalagi berkorban. Ini adalah perihal tentang kepuasan bathinku menjadi ibu yang tidak bisa digantikan dengan materi atau ijazah hasil beasiswa kelas international sekalipun. Sebuah kehormatan terbesar yang telah diberikan langsung oleh Allah. Sebagai IBU yang fitrahnya lebih dekat menjaga, merawat dan mendidik anak-anak.

Bukan pula pembenaran atas lalainya aku mengejar kesempatan karir yang terbuka untukku. Aku memilihnya tanpa menyesalinya. Lagi pula, aku memang tidak pernah tahan jauh dari tiga krucilku ini. Setiap orang tua pasti pernah merasakan, ada alarm aneh yang berbunyi nyaring setiap kali kita lalai mendidik anak kita. Namun tetap mempersiapkan diriku dengan ilmu. Agar kelak, saat Allah memutuskan aku untuk mulai bergerak, aku mampu melanjutkan perjuangan suami tercinta. Allah hanya memintaku untuk bersabar dan menahan diri sejenak. Bukankah Allah yang menjamin rezeki setiap hambaNya ?

Suatu saat nanti, bukan seberapa hebat karirku yang akan dipertanyakan. Bukan seberapa banyak materi yang telah aku kumpulkan. Tapi seberapa kuat aku memikul tanggung jawab sebagai istri dan pendidik bagi masa depan amanah yang Allah berikan padaku, pada kami berdua. Hingga kelak anak-anakku siap melanjutkan perjalanan sesuai fitrahnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...