11 January 2012

Pengalaman Menyusui Saat Hamil

Alifa baru saja melewati milad ke-1 tahun ketika aku dinyatakan positif hamil lagi. Perasaan campur aduk saat itu. Di satu sisi, aku dan suami bahagia dan bersyukur atas rizki dan titipan yang Allah berikan di tahun ke-2 pernikahan kami. Mengingat, begitu banyak orang-orang di sekitar kami yang belum dikaruniai momongan sementara mereka sangat menginginkannya. Berusaha kesana kemari dengan pengorbanan materi terbilang tidak sedikit demi memiliki buah hati. Namun di sisi lain, rasa sedih tak bisa terbendung mengingat Alifa masih terlalu kecil dan belum menerima haknya secara penuh.
Dilema antara berhenti menyusui ASI atau tetap terus menyusui sembari hamil sempat mengusik fikiranku untuk beberapa saat. Akhirnya, kami bisa menerima dan mengambil hikmah dari kehamilan ini. Ini kado dari Allah untuk Kak Alifa di ulang tahunnya yang pertama. Dan aku, tetap meneruskan pemberian ASI kepada Kak alifa dibawah pengawasan DSOGku.

Alhamdulillah, Allah meringankan proses kehamilanku kali ini. Mual, muntah khas ibu hamil hanya dilewati di tiga bulan pertama. Menyusui alifa pun tetap jalan terus. Walau sempat dirawat di RS karena tekanan darahku drop di bulan ke-2. Alifa terpaksa dititipkan ke eyangnya. Setelahnya, Alhamdulillah bisa dilalui dengan mulus, orang bilang aku “hamil kebo”.

Awalnya sempat kepikiran kata orangtua, jangan menyusui saat hamil karena katanya air susu berubah menjadi darah. Atau kata orang, nanti bisa mengganggu perkembangan janin dalam rahim si ibu karena asupan gizi ke janin berkurang karena dibagi menjadi ASI. Apalagi mengingat pengalaman hamil sebelumnya lumayan berat. Morning sickness yang katanya hanya berlangsung selama trimester pertama ternyata tidak berlaku bagiku waktu itu. Bahkan aku terus merasa mual, muntah, dan eneg melihat makanan hampir sepanjang usia kehamilan hingga Alifa lahir. Berat badanku pun tak meningkat banyak kala itu. Hanya naik 6 kg dari berat badanku sebelum hamil. 

Alhamdulillah pada kehamilan kedua ini, setelah dijalani semuanya baik-baik saja. Hasil USG setiap bulan, BB dan perkembangan janin dalam kandunganku tumbuh sesuai dengan usia kandungan. Sedangkan Alifa masih tetap menerima ASI, hanya saja aku berusaha mengenalkan susu formula karena sebelumnya Alifa tak mau dikasih susu formula.

Ternyata menyusui sambil hamil tetap bisa dijalankan dengan catatan si ibu harus memperhatikan betul asupan gizi yang masuk. Menyadari bahwa makanan yang ia makan harus dibagi nutrisinya untuk menghasilkan ASI, mencukupi kebutuhan nutrisi bagi janin dan tentunya bagi kebutuhan tubuh si ibu. Istilahnya, makan untuk 3 orang. Tentunya juga dibawah pengawasan DSOG melalui USG setiap bulan untuk mengetahui perkembangan janin, apakah sudah sesuai dengan perkembangan yang seharusnya sesuai usia kehamilan. 
Tanpa diduga berat badanku meningkat drastis di kehamilan ke-2 ini hingga mencapai 16kg. Ternyata kalau semua dijalani dengan “positif thinking”, insyaalloh akan berjalan baik. Percayalah bahwa Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan. Allah itu adil kok :)

Keuntungan lain menyusui saat hamil, aku rasakan setelah Zahwa lahir. Aku tidak harus merasakan “ngara’kai” atau payudara bengkak dan nyeri sebelum menyusui seperti saat melahirkan anak pertama dulu. Bahkan dulu sampai demam tinggi dan ngilu di persendian. Karena produksi ASI tidak sempat berhenti, jadi payudara tidak harus beradaptasi menampung produksi ASI seperti yang terjadi pada umumnya. 
Ajaibnya lagi, cairan kolostrum tetap keluar beberapa saat setelah melahirkan. Otomatis, Zahwa bisa langsung mendapatkan ASI + kolostrum sesaat setelah lahir atau saat IMD. 

Menurut sumber yang pernah aku baca plus penjelasan dari DSOGku, bahwa ketika seorang ibu melahirkan bayinya dan kemudian  plasenta terpisah dari rahim, produksi hormon-hormon laktasi akan mulai bertambah banyaknya.  Kemudian pembentukan ASI akan berlanjut  mulai dari produksi  kolostrum sampai dengan produksi ASI matur. Tetap menyusui saat akhir kehamilan (saat kolostrum sudah mulai diproduksi) bisa memberikan manfaat  bagi anak yang lebih besar. Karena  kolostrum mengandung ekstra nutrien dan antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak tersebut (immune boost). 
Kolostrum akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan. Artinya, sesuai  suplai  dengan kebutuhan sehingga  Ibu akan memproduksi kolostrum yang cukup untuk kedua anaknya, termasuk yang didalam kandungan. Sehingga menyusui saat hamil tidak mempengaruhi kebutuhan bayi yang akan lahir untuk mendapatkan kolostrumnya. 

Zahwa lahir dengan berat badan 3,1 kg dan tinggi 48 cm. Walaupun kelahiran ke-2 kali ini juga harus dilalui dengan Operasi SC. Karena ketika  melahirkan Alifa juga melalui operasi SC dan jarak kelahiran hanya 20 bulan. Ya, usia Alifa 20 bulan ketika Zahwa lahir. Yang menjadi Pe-eRku selanjutnya adalah bagaimana caranya menyapih si kakak setelah pulang dari Rumah Sakit nanti tanpa membuatnya merasa tersisih.
Kakak Alifa & Baby Zahwa
Insyaalloh, pengalaman menyapih Alifa aku ceritakan di postingan berikutnya ya…

Sekarang Alifa sudah 3 tahun 10 bulan, sedangkan Zahwa 2 tahun 2 bulan (saat tulisan ini dibuat alias diketik, hehe).  Dan, woww... ternyata dua kakak beradik ini selalu kompak dan ceria. Mungkin karena jarak usia mereka yang lumayan dekat. Tak pernah menyesal rasanya memberi adik pada Alifa saat usianya 20 bulan. Malah membuat rumah jadi makin rame dan seru. Si kakak kini memiliki teman main, tak sendirian seperti dulu. Bahkan bukan hanya main dan seru2an saja, berantem juga sih, tapi justru ini membuat suasana jadi "more fun". Mereka malah bisa mengenal arti berbagi sejak dini.

So, bagi para Bunda, Moms, Ummi atau Ibu yang merasakan pengalaman serupa. Hamil disaat masih menyusui dan masih ragu untuk tetap menyusui saat hamil. Jangan bersedih hati apalagi berniat aborsi, Naudzubillah. Bersyukurlah Allah masih mempercayakan kita menjadi ibu sekali lagi. Insyaalloh selalu ada jalan dan kemudahan bila semua dihadapi dengan ringan dan ber"positif thinking"...

7 comments:

  1. Replies
    1. Thanks for like, Jaya .... Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan yaaa.. :)

      Delete
  2. Bunda, Alhamdulillah saya skrg juga sengan hamil saat menyusui anak pertama. Saya sedang bingung, karena skrg anak saya yg pertama (9bulan) bb-nya jd turun semenjak saya hamil (7 mgu), apakah dulu juga BB Alifa mengalami penurunan saat bunda menyusui saat hamil?

    ReplyDelete
  3. Barokallah Bunda Atika atas kehamilan ke-2nya..

    Memang benar bund, di awal kehamilan bb Alifa sempat turun drastis. Ada banyak faktor yang mungkin mengakibatkan BB si KK turun drastis. Bisa jadi karena faktor psikologis kita sebagai ibu yang khawatir dan was2 mau melanjutkan menyusui atau berhenti bahkan stress berakibat pada berkurangnya produksi asi. Atau mekanisme tubuh bunda sendiri yang menyiapkan lebih banyak nutrisi untuk adik bayi di dalam kandungan.
    Untuk mensiasati, Yakinkan diri bunda untuk tetap melanjutkan menyusui selama hamil dengan catatan semua "syarat" yg aku sebutkan diatas terpenuhi.
    Untuk si kk, ada baiknya bunda mulai kenalkan dengan sufor sebagai selingan atau membuatkan makanan pendamping yang beragam dan menarik buat si kk. Yang pastinya bunda harus punya semangat dan kesabaran extra saat mulai mengenalkan sufor sebagai selingan ASI atau membuat nafsu makan si kk meningkat dan ga bergantung sepenuhnya dari ASI.

    Insyaalloh, BB-nya bisa terkejar lagi bila pola makan dan menyusui baik ASI ataupun SUFORnya terpenuhi disamping psikologis bunda dan si kk dalam kondisi baik :)

    Akan lebih baik lagi, bunda konsultasikan dengan D,SOg dan Dokter anak supaya bunda lebih yakin dan nyaman saat memilih tetap menyusui si kk sembari hamil :)

    Semangat ya Bund, Semoga dimudahkan proses kehamilan dan sukses menyusui si kakak hingga adik bayinya lahir dengan selamat. Amiin...

    ReplyDelete
  4. mba, saya sedang hamil(7 bulan) dan menyusui si kakak (16 bulan), apakah ketika kolostrum mulai keluar saya tetap boleh menyususi si kakak?

    ReplyDelete
  5. Thanks sharingnya bunda...

    Saat ini aku hamil anak ke 3 sementara anak ke 2 ku masih 6bln.. baru diperkenalkan MPASI. Si sulung sudah hampir 6 thn umurnya.

    Membaca pengalaman bunda sangat menyemangatiku untuk tetap memberikan ASI pada anak ke2 dan perlahan2 memperkenalkan sufor. Sampai saat ini dede masih menolak kalau diberikan sufor dg botol dan dot.

    Tapi aku yakin pasti Allah memberikan kemudahan selama proses kehamilan dan menyusui ini. Doakan ya bunda..

    ReplyDelete
  6. Semangat bunda Rani ;)... Semoga kehamilannya lancar, bundanya sehat, si kakak sehat dan calon dd bayi sehat, lancar jaya persalinannya, aamiin

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...