Mengatasi Payudara Nyeri Saat Menyapih Si Kecil

Sudah selazimnya seorang wanita akan menikah, mengandung, melahirkan, menyusui dan akhirnya tiba saatnya harus menyapih (berhenti memberi air susu kepada anak). Walau tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa menerapkan "Breast Feeding" kepada buah hati karena berbagai alasan. Sayangnya, masih banyak juga para bunda yang tidak menyadari akan pentingnya pemberian ASI kepada bayinya. Atau memberikan ASInya, tetapi tidak sampai waktu yang tepat untuk berhenti menyusui. Terkadang karena berbagai faktor, alasan ASI sedikit dan tidak keluar, tak punya waktu, harus bekerja, perubahan bentuk tubuh dan payudara selama menyusui, dan masih banyak lagi alasan yang lain. Insyaallah kalau kita berusaha,banyak cara mengatasi itu semua. Bersyukur dan berbahagialah perempuan yang bisa menyusui bayinya. Sampai kapan?? Memang tak ada batasan waktu kapan harus menyapih anak. Tetapi Allah SWT sudah menjelaskannya dalam Al-qur'an. Waktu terbaik penyapihan yaitu dua tahun bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. 
Islam adalah agama yang sempurna dan mengatur semua segi kehidupan manusia. Sebagai muslimah tentunya ingin mengikuti apa yang tertera di Al Qur'an, sebagai kitab umat Islam. Begitu juga masalah menyusui dan menyapih sudah diatur oleh Allah SWT melalui ayat-ayatnya.

" Para ibu hendaklah menyusui anaknya dua tahun penuh yaitu yang ingin menyempurnakan penyusuannya..Apabila keduanya ingin memberhentikan (sebelum dua tahun) dengan kerelaan dari keduanya dan musyawarah, maka tak ada dosa bagi keduanya" (Al Baqarah, 233)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.” (QS Luqman : 14)

Rasulullah salallahu'alaihi wassalam bersabda :
"Sesungguhnya Allah subhanahu wataála melimpahkan rahmat kepada seorang ibu yang menyusui bayinya sama dengan membebaskan seorang budak setiap saat. Ketika masa menyusui berakhir, malaikat berkata : " Mulailah kehidupanmu
kembali. Sesungguhnya Allah subhanahu wataála telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu."

Bagi para bunda, menyusui adalah hal terindah dalam berinteraksi dengan sang buah hati tercinta. Namun, proses penyapihan adalah hal yang pasti dihadapi oleh para bunda yang menyusui ASI langsung kepada bayinya. Menyapih anak juga perlu kesiapan dari semua pihak yang berhubungan dengan si anak. Karena itu, sang ayah juga sepantasnya dilibatkan dalam proses ini, misalnya dengan membantu mengalihkan perhatian si kecil saat tiba saatnya ingin menyusu. Ataupun dukungan psikologis agar bunda dan si kecil dapat melalui proses ini dengan lancar.

Dalam proses penyapihan, bunda ternyata juga harus siap dan mempunyai tekad yang kuat tak menyusui lagi. Biasanya sang bunda yang gagal menyapih karena bunda tidak tega dan 'merasa bersalah' ketika sang anak menangis sambil menarik dan memeluk bundanya sekuat-kuatnya. Sang ayah, pastinya berperan menggantikan sosok bunda ketika anak merasa tak nyaman dan merasa kehilangan kedekatannya dengan sang bunda atau si kecil menjadi rewel karena kehilangan ASInya. Sebenarnya anak tak akan merasakan itu semua, ketika kita mempunyai cara dan teknik yang tepat untuk menyapihnya. Selain itu, bunda juga harus siap secara psikologis dan siap menghadapi dampak fisik saat memutuskan berhenti memberikan ASI.


Berikut hal-hal penting yang perlu disiapkan oleh bunda sebelum memulai proses penyapihan :
1.  Berdoa dan kuatkan tekad untuk menyapih.
2.  Komunikasikan hal ini dengan sang anak jauh hari sebelumnya. Pastinya dengan bahasa anak. Tekankan bahwa sang bunda tetap menyayangi dia meski tak menyusuinya lagi.
3.  Siapkan dan luangkan waktu yang lebih banyak untuk mengalihkan perhatian dari 'ritual' menyusu dari bundanya. Misalnya mengajak bermain dan membacakan buku.
4.  Sapihlah ketika anak dalam keadaan sehat. Karena menyapih ketika anak sedang sakit, marah atau sedih akan membuat anak semakin tertekan dan tidak bahagia.
5. Sediakan makanan dan minuman pengganti kesukaannya. Setelah lepas ASI anak akan merasa kurang dan lapar terus.

Keluhan yang biasa terjadi adalah rasa nyeri dan tegang pada payudara. Hal ini dikarenakan produksi ASI yang masih terus berlangsung, sementara pemberian kepada si anak dihentikan. Tak jarang, bunda merasa demam, nyeri dan ngilu di persendian. Umumnya hal ini berlangsung selama 3-5 hari.

Untuk mengurangi nyeri pada payudara, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan :
    1. Mulailah menyapih dengan bertahap mengurangi frekuensi menyusuinya, untuk menghindari payudara bengkak.
2. Jika bengkak, hindari untuk memerasnya dan hindari mandi dengan air hangat. Karena hal ini akan merangsang produksi ASI lebih banyak lagi.
3. Hindari dari benturan dan sentuhan.
4. Langkah terakhir, jika demam dan nyeri minum obat analgesik (anti nyeri) yang mengandung paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan. Insyaallah, nyeri dan demam hilang dalam waktu 3-5 hari

Semoga bermanfaat dan semakin banyak ibu yang menyadari arti pentingnya menyusui dan menyapih anak sampai 2 tahun.

Selamat berjuang bunda ! Jangan lupa tinggalkan jejak di "Comment",  ya :-) 



Share to

Facebook Google+ Twitter Digg
 
Free Website templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates