6 December 2011

Cambuk Masa Lalu

Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah di bumi-Nya. Masa lalu adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang manusia. Terkadang tak semua dilalui dengan mulus dan terasa manis. Sebaliknya, ketika kepahitan di masa lalu menghantui, bahkan mungkin tercipta luka yang masih menyisakan perih, membayangi hingga menyesakkan dada dan menghalangi langkah untuk meraih kebahagiaan esok hari. Seperti luka lama yang akut, tak bisa disembuhkan dan menggerogoti bagian tubuh yang lain.

Ketahuilah kawan, bahwa setiap orang takkan berdiri saat ini tanpa masa lalu. Baik dan buruk kita di masa kini tak lepas dari peristiwa di masa lalu. Karena masa lalu adalah bagian dari hidup yang tak bisa dihalangi hadirnya. Layaknya sebuah objek yang tertangkap kamera dan tersimpan mati di dalam memory tanpa bisa dihapus kembali. 

Namun, haruskah diri terus terpuruk hari ini dan seterusnya karena memory masa lalu yang sudah tidak bisa diubah lagi ?

Move on adalah satu-satunya pilihan. Karena itu adalah cara Tuhan mengajarkan arti kehidupan. Kita menjadi bijak di hari ini, karena belajar dari kesalahan yang dibuat di masa lalu. Mengenal arti bahagia, karena sempat mengecap rasa kesedihan. Dan kita menjadi kuat hari ini, karena mampu melampaui kesulitan dan beratnya hidup di masa lalu.

Yang bisa kita lakukan hari ini adalah menerima masa lalu sebagai bagian dari kehidupan. Mengikhlaskan kesedihan, kepedihan, kesakitan, bahkan pengkhianatan di masa lalu sebagai hadiah terindah yang mendewasakan.

Melapangkan hati untuk bersiap menerima kebahagiaan di masa depan. Meringankan langkah meraih kesuksesan tanpa dendam. Menjadi pribadi ikhlas dan selalu bersyukur adalah satu-satunya pilihan. Senantiasa bersyukur atas berkah yang sudah kita miliki.

Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini ? Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit. Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi. Begitupun bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan ada di mana-mana. Bumi ini pun akan tampak buruk. Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil. Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif.  Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua . Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa jiwa yang ikhlas. Jangan sia-siakan sisa umur yang Allah berikan dalam perjalanan singkat di dunia ini.

Yakinlah hidup ini indah, bila dijalani dengan ringan dan keikhlasan. 
Mari berdamai dengan hati. Melepaskan semua kesakitan, dan menjadikan pengalaman sebagai pembelajaran. Pembelajaran menjadikan diri yang lebih baik lagi, dan merelakan Allah SWT sebagai satu-satunya penentu segala KEPUTUSAN dan PEMBALASAN. Karena Allah memberikan setiap ujian dan cobaan bukan untuk kesia-siaan.

Wallahu'alam bishowab.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...